Senin, 28 Januari 2013

Rambu-Rambu Perayaan Maulid Nabi


Merayakan Hari kelairan Rasulullah saw Yang Dalam, Tradisi kitd sering disebut maulid / maulidan, merupakan amal kebajikan. Acute amal inisial disetai Artikel Baru keihklasan Dan niat Yang lurus Akan menjelma sebagai sebuah ibadah Yang Diskonto pahalanya dijanjikan oleh Allah swt.
Maksud niat Yang lurus adalah merayakan Artikel Baru Penuh rasa kegembiraan Dan kecintaan Atas kelahiran Rasulullah saw. Sebagaimana surat keterangan Ibnu Taimiyah Yang dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu:

يقول ابن تيمية قد يثاب بعض الناس علي فعل المولد وكذلك ما يحدثه بعض الناس إما مضاهاة للنصارى فى ميلاد عيسى عليه السلام وإما محبة للنبي صلي الله عليه وسلم وتعظيماله والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد لا على البدع.

Ibnu Taimiyyah berkata, "orangutan-orangutan Yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi Akan diberi Pahala. Demikian pula APA Yang dilakukan oleh sebagian orangutan. Adakalanya bertujuan meniru di Kalangan Nasrani Yang memperingati kelahiran Isa AS, Dan adakalanya JUGA dilakukan sebagai Ekspresi rasa Cinta Dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta'ala Akan memberi Pahala kepada mereka Atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, Bukan Atas bid'ah Yang mereka lakukan "(. Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan nadzariyyat wat Tathbiq , h. 399)

Sebagai amal Yang BAIK tentunya perayaan maulid harus bersih desa bahasa Dari Hal-Hal Yang berbau negatif, BURUK Dan dosa. Seperti Tradisi Yang telah berlaku di Nusantara inisial maulidan Biasa dilakukan secara Bersama-sama Dalam, Satu majlis. Biasanya Illustrasi majlis nihil Akan dikumandangkan ayat al-Qur'an sebagai pembukaan Lantas pembacaab maulid dhiba ', atau al-Barzanji atau syaraful anam Dan berbagai puji-Pujian kepada Rasulullah saw Yang Lain.

Tidak hanya ITU Saja, malahan disebagian klien untuk membuka posisi ADA ta'lim Yang diisi oleh seorang mubalig Yang berdawah menuturkan Dan mengelu-elukan Rasulullah saw sebagai uswah hasanah.

Tentunya berbagai bentuk kreatifitas perayaan inisial Ulasan Sangat Tergantung PADA Tradisi masing-masing Daerah. Hanya Saja standar Yang harus ADA Dalam, sebuah perayaan maulid adalah pembacaan al-Qur'an, penuturan Kisah Rasulullah saw Dan tidak Lupa hidangan sebagai bentuk rasa Syukur Atas rahmat Allah swt Akan diutusnya Rasululla melihat.

Hidangan inisial JUGA menjadi RUANG berbagi sedekah BAGI mereka Yang Mampu. Sehingga tercipta suasana kebersamaan Akan antar Umat. Bentuk perayaan seperti Inilah Yang diisyaratkan oleh Imam al-Suyuthy (849-910 H / 1.445-1.505 M) Illustrasi Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  :

أن أصل عمل المولد الذى هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القرآن. ورواية الأخبار الواردة فى مبدء أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع فى مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك من البدع الحسنة التى يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم واظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف .

" Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur'an Dan Kisah-Kisah teladan kemudian menghidangkan MAKANAN Yang dinikmati Bersama Penghasilan kena pajak ITU mereka Pulang. Hanya ITU Yang dilakukan, tidak lebih. * ​​Semua ITU termasuk bid'ah hasanah Orang yang. melakukannya diberi Pahala karena mengagungkan derajat Nabi Dan menampakkan Suka cita Dan kegembiraan Atas kelahiran Nabi Muhammad Yang mulia . ( Al-Hawy Lil Fatawa , Juz I, h. 189-197)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar